Javascript

Created on 16 December, 2025Programming • 27 views • 4 minutes read

JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman populer dan sering digunakan dalam pengembangan web.

Apa itu Javascript?

JavaScript adalah bahasa pemrograman yang dipakai untuk meningkatkan interaktivitas website. Bahasa ini dirancang agar pengembang dapat menambahkan fitur-fitur dinamis seperti pop up, slideshow, efek hover, hingga aplikasi web yang tergolong kompleks. 

JavaScript seolah memberikan “kehidupan” pada website karena mendukung terciptanya interaksi antara pengguna dan halaman web.

Bahasa pemrograman ini sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Brendan Eich pada tahun 1995 di Netscape Communications. Awalnya, bahasa ini memiliki nama “LiveScript” dan ditujukan untuk penggunaan web browser internal perusahaan saja.

Namun, JavaScript mengalami peningkatan bersama dengan browser populer lain seperti Chrome dan Firefox. Bahkan, saat ini JavaScript masih terus dikembangkan untuk mengkompilasi kode bit menjadi kode mesin asli, yakni JavaScript V8.

Berbeda dengan HTML yang berfungsi sebagai kerangka dasar halaman, JavaScript lebih berfokus pada fungsionalitas dan interaktivitas website. Jika HTML diibaratkan sebagai sebuah gedung, maka JavaScript dapat dianalogikan sebagai sistem kelistrikan yang membuat rumah tersebut lebih “hidup”, nyaman, dan berfungsi dengan baik.


Fungsi Javascript

Selain berjalan di sisi klien (client-side), JavaScript juga dapat digunakan di sisi server (server-side) untuk menambah pengalaman yang lebih interaktif. Berikut adalah beberapa fungsi utama JavaScript:


1. Manipulasi DOM

Adanya JavaScript memungkinkan developer untuk memanipulasi Document Object Model (DOM). Ini sangat berguna terutama jika ingin menambahkan elemen-elemen responsif seperti efek drop-down, pop up, dan slideshow gambar. Dalam prosesnya, JavaScript menggunakan beberapa metode seperti createElement, getElement, createElement, atau lainnya.


2. Membuat website interaktif

Seperti yang telah dijelaskan bahwa JavaScript memiliki fungsi untuk membuat website terlihat menarik dengan konten-konten dinamis. Konten yang dimaksud merupakan elemen-elemen yang dapat bergerak otomatis tanpa perlu di-reload atau refresh. 

Selain itu, JavaScript juga memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan elemen halaman, seperti aksi klik tombol, fitur drag-and-drop, atau formulir.


3. Pengembangan aplikasi web

Selain digunakan dalam web development, JavaScript juga sering kali dipakai untuk membangun aplikasi berbasis single-page (SPA). Ini tidak lepas dari penggunaan beberapa framework seperti React, Angular, dan Vue.js yang memungkinkan seluruh konten utama ditampilkan dalam sekali load.


4. Pengembangan backend

Dengan bantuan Node.js, JavaScript bisa digunakan di sisi server untuk keperluan pengembangan backend. Ini meliputi pengelolaan database, merespons HTTP request, serta dukungan komunikasi API eksternal secara realtime.


5. Pembuatan game berbasis web

JavaScript juga sering kali dimanfaatkan untuk pembuatan game berbasis web, baik 2D maupun 3D. Framework seperti Phaser.js memungkinkan pengembang untuk membuat game 2D dengan mekanisme responsif, sedangkan game 3D biasanya dibuat dengan framework Three.js untuk membuat game terlihat lebih realistis.


Kelebihan & Kekurangan JavaScript

JavaScript menjadi salah satu bahasa pemrograman populer berkat keunggulan yang ditawarkannya dalam pengembangan web dan aplikasi. Meski begitu, bahasa ini masih terus dikembangkan dan memiliki beberapa kekurangan. Berikut adalah kekurangan dan kekurangan JavaScript:


Kelebihan Javascript


1. Mudah dipelajari

JavaScript termasuk bahasa pemrograman yang mudah dipelajari. Struktur kode JavaScript jauh lebih ringkas dibandingkan bahasa lain seperti C++ atau Java sehingga sintaksisnya relatif lebih sederhana dan mudah dipahami, bahkan bagi pemula dalam dunia pemrograman.


2. Fleksibel

JavaScript adalah bahasa yang fleksibel karena bisa dimanfaatkan baik di sisi frontend maupun backend. Untuk memperluas fungsionalitasnya, ada banyak framework dan library yang bisa dipakai, sebut saja seperti React.js, Angular.js, Node.js, Vue.js, atau lainnya, yang memungkinkan developer membangun aplikasi sesuai kebutuhan.


3. Interaktif dan responsif

JavaScript sangat cocok untuk membuat halaman yang user-friendly. Saat ini, hampir semua produk digital baik aplikasi web ataupun mobile sangat memprioritaskan pengalaman pengguna. Dengan JavaScript, developer dapat merancang halaman yang lebih dinamis dan interaktif seperti animasi, validasi formulir, dan efek hover.


4. Multiplatform

JavaScript dapat berjalan di web browser dan sistem operasi apa pun tanpa perlu konfigurasi tambahan. Pengembangan frontend-nya bersifat multiplatform sehingga kompatibilitasnya pun sangat luas dan bisa digunakan di berbagai perangkat, baik desktop, table, atau smartphone.


Kekurangan Javascript


1. Masalah keamanan

Masalah keamanan mungkin menjadi salah satu kelemahan dari JavaScript karena kemampuan enkripsinya tergolong rendah. Selain itu, JavaScript dapat dieksekusi langsung di sisi klien dan script-nya dapat diakses oleh pengguna. Ini membuatnya rentan terhadap serangan seperti cross-site scripting (XSS) sehingga langkah keamanan tambahan harus diterapkan.


2. Memiliki keterbatasan objek

Dibandingkan bahasa pemrograman berbasis objek lain seperti C++ atau Java, objek pada JavaScript ternyata lebih terbatas. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi umum JavaScript yang sederhana, sehingga aplikasi dengan struktur yang kompleks dan terorganisir mungkin lebih sulit dilakukan.


3. Tidak untuk pengembangan standalone app

JavaScript mungkin tidak cocok untuk pengembangan standalone app atau aplikasi yang berdiri sendiri (berjalan tanpa browser) seperti software pada desktop. Meskipun framework Electron.js memungkinkan JavaScript untuk membuat aplikasi tersebut, namun performa yang dihasilkan tidak sebaik aplikasi yang dikembangkan dengan C++ atau Java.


Perbedaan Javascript dan Java

Meskipun namanya agak mirip, namun JavaScript dan Java adalah dua bahasa yang berbeda. JavaScript merupakan bahasa dynamically-typed dan lebih banyak dimanfaatkan dalam pengembangan web. Sedangkan Java adalah bahasa pemrograman statically-typed yang lebih sering digunakan untuk keperluan backend enterprise, aplikasi desktop, dan aplikasi mobile.

Simak tabel berikut ini untuk perbedaan antara JavaScript dan Java:


ParameterJavaScriptJava
Jenis bahasaInterpreted – dijalankan di browserCompiled – dikompilasi dan dijalankan di JVM
SintaksLebih sederhana dan fleksibelLebih kompleks dan ketat
ParadigmaBahasa scripting yang “berbasis” objekBahasa pemrograman yang  “berorientasi” objek
KeamananLebih rendah karena kode dapat diakses oleh penggunaLebih aman karena  dikompilasi dan berjalan di dalam JVM
PlatformMultiplatform dan dapat berjalan di berbagai browser dan runtimeMultiplatform, tetapi memerlukan JVM
Metodeevent-basedthread-based
Dukungan multithreadingTidakYa
KecepatanLebih cepat untuk website interaktifLebih cepat untuk pemrosesan tugas berat


Sudah Tahu Apa itu Javascript?


JavaScript adalah bahasa pemrograman yang dipakai untuk meningkatkan interaktivitas website. Berbeda dengan HTML yang hanya mengatur struktur dasar halaman, JavaScript memungkinkan developer menambahkan fitur-fitur dinamis seperti animasi, formulir, efek transisi, dan banyak lagi.

Selain itu, JavaScript juga bisa digunakan untuk pengembangan backend dengan bantuan Node.js. Inilah yang membuatnya populer di kalangan pengembang. Kemampuan pengembangan frontend dan backend-nya tergolong baik sehingga tidak heran jika JavaScript begitu diandalkan dalam web development.